Kampanye hitam dan fitnah tidak akan berhasil jika direspons dengan
pikiran dingin, hati jernih, dan sikap serta energi positif dalam
memilih calon yang tepat. It
Kenapa korupsi begitu sulit diberangus? Banyak faktor untuk kita
sebutkan, salah satunya ialah lemahnya penegakan hukum. Bertahun-tahun
sudah rakyat disuguhi tontonan memuakkan ketika para penegak hukum
terlihat lunglai dan cenderung kompromistis tatkala menangani kasus
korupsi. Teramat banyak perampok uang rakyat miliaran rupiah tapi hanya
divonis enteng, seakan kesalahan mereka yang luar biasa besar dianggap
biasa saja.
ulah revitalisasi militansi akar rumput yang
menumbuhkan energi.
Bung Karno berkata: “Prinsip
Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing
orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan. Tuhannya sendiri. Yang Kristen
menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam menurut
petunjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Buddha menjalankan ibadatnya
menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya
ber-Tuhan. … Marilah kita amalkan, jalankan agama, baik Islam, maupun
Kristen, dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara yang berkeadaban itu?
Ialah hormat-menghormati satu sama lain.”
Kalimat “yang mayoritas melindungi
yang minoritas” bertentangan dengan UUD 1945, yang dalam pembukaan dan
batang tubuh UUD itu ditegaskan bahwa (1) Tidak ada yang mayoritas dan
tidak ada yang minoritas. Tidak satupun kata pun dalam UUD 1945 yang
menyebutkan mayoritas dan atau minoritas agama; (2) Semua agama yang ada
di Indonesia diposisikan dalam status hukum yang sama, tidak ada
mayoritas dan tidak ada minoritas; (3) Tugas melindungi segenap bangsa
Indonesia itu adalah tugas Pemerintah, sesuai perintah UUD 1945. Tidak
ada ketentuan dalam UUD 1945 dan atau dalam Undang-undang mana pun yang
mengatur bahwa “yang mayoritas”, melindungi “yang minoritas”.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar