Senin, 07 Juli 2014

Kampanye hitam dan fitnah tidak akan berhasil jika direspons dengan pikiran dingin, hati jernih, dan sikap serta energi positif dalam memilih calon yang tepat. It     

Kenapa korupsi begitu sulit diberangus? Banyak faktor untuk kita sebutkan, salah satunya ialah lemahnya penegakan hukum. Bertahun-tahun sudah rakyat disuguhi tontonan memuakkan ketika para penegak hukum terlihat lunglai dan cenderung kompromistis tatkala menangani kasus korupsi. Teramat banyak perampok uang rakyat miliaran rupiah tapi hanya divonis enteng, seakan kesalahan mereka yang luar biasa besar dianggap biasa saja.
ulah revitalisasi militansi akar rumput yang menumbuhkan energi.








Bung Karno berkata: “Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan. Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam menurut petunjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Tuhan. … Marilah kita amalkan, jalankan agama, baik Islam, maupun Kristen, dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain.”


     Kalimat “yang mayoritas melindungi yang minoritas” bertentangan dengan UUD 1945, yang dalam pembukaan dan batang tubuh UUD itu ditegaskan bahwa (1) Tidak ada yang mayoritas dan tidak ada yang minoritas. Tidak satupun kata pun dalam UUD 1945 yang menyebutkan mayoritas dan atau minoritas agama; (2) Semua agama yang ada di Indonesia diposisikan dalam status hukum yang sama, tidak ada mayoritas dan tidak ada minoritas; (3) Tugas melindungi segenap bangsa Indonesia itu adalah tugas Pemerintah,  sesuai perintah UUD 1945. Tidak ada ketentuan dalam UUD 1945 dan atau dalam Undang-undang mana pun yang mengatur bahwa “yang mayoritas”, melindungi “yang minoritas”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar