Mattithyahu; Septuaginta Bahasa Yunani: Ματθαίος, Matthaios) adalah seorang Kristen yang hidup pada abad pertama Masehi dan termasuk dalam keduabelas murid Yesus, yang dicatat dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Ayahnya bernama Alfeus, dan ia pernah bekerja sebagai seorang pengumpul pajak di Kapernaum. Matius dibicarakan dalam tulisan Kristen awal, terutama tiga Injil Sinoptik. Dia dipercayai sebagai penyusun atau sumber utama dari Injil Matius, salah satu dari 4 Kitab Injil dalam Alkitab.
Seperti tiga penulis Injil lainnnya, Matius seringkali digambarkan dalam seni Kristen sebagai pria bersayap, menunjuk kemalaikat yang mendiktenya pada saat dia menulis. Tiga lukisan tentang hidupnya digambar oleh Caravaggio dalam gereja San Luigi dei Francesi di Roma merupakan salah satu karya penting dalam seni Barat.
Termasuk salah satu pengikut mula-mula dan rasul Yesus Kristus, Matius awalnya dicatat di Matius 9:9 dan Matius 10:3sebagai seorang bekas pemungut cukai dari Kapernaum yang dipanggil menjadi salah seorang dari Keduabelas Rasuloleh Yesus sendiri. Di bagian Alkitab lain, ia dimasukkan ke dalam daftar Keduabelas Rasul, tanpa keterangan mengenai latar belakangnya, di Markus 3:18, Lukas 6:15 and Kisah Para Rasul 1:13. Dianggap sama dengan tokoh Lewi, putra Alfeus, yang dicatat dalam Injil Markus[2] dan Injil Lukas.[3] Nampaknya ia memungut pajak dari orang Yahudi untuk rajaHerodes Antipas.[4][5][6] Peristiwa pemanggilannya sebagai rasul oleh Yesus orang Nazaret dicatat dalam 3 Injil.[5][2][7][8][9] Menurut Perjanjian Baru, Matius merupakan salah satu saksi dari kebangkitan dan Kenaikan Yesus.
Sebagai seorang pemungut cukai, Matius diyakini fasih berbahasa Aram dan Yunani.[4][10][11][12][13] Setelah dipanggil menjadi murid, Matius mengundang Yesus datang ke rumahnya dalam satu perjamuan. Melihat itu, para ahli kitab dan orang Farisi mengkritik Yesus karena makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Yesus menjawab: “Aku datang bukan untuk memanggil yang benar, melainkan orang berdosa.”[14]
Pelayanan[sunting | sunting sumber]
Berdasarkan tradisi Kristen, Matius mengabarkan Injil selama 15 tahun di kalangan masyarakat Yahudi di Yudea, dan kemudian berkeliling ke negara lain, termasuk Etiopia, Makedonia, Persia, dan Parthia.[16] Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks mempunyai tradisi bahwa Matius mati syahid.[12][17]
Injil Matius[sunting | sunting sumber]
Meskipun Kitab-kitab Injil sebenarnya tidak mencantumkan nama penulisnya,[18] secara tradisional Injil Matiusdiyakini ditulis oleh atau bersumber pada Matius.[19] Sebagai pejabat pemerintah di Kapernaum, provinsi "Galilee of the Gentiles" (="Galilea, wilayah bangsa asing"), seorang pemungut pajak harus bisa berbahasa Aram dan Yunani.[20] karena bahasa Yunani adalah bahasa internasional saat itu dalam perdagangan umum.[21] Sejumlah bapa gereja mencatat bahwa Matius asalnya menulis dalam bahasa Ibrani, tetapi tetap menganggap naskah Injil bahasa Yunani sebagai kanon (naskah resmi).[22]
Origen menyatakan bahwa Injil yang pertama ditulis oleh Matius.[23][24] Injil Matius dikatakan disusun dalam bahasa Ibrani di sekitar Yerusalem untuk orang-orang Kristen Yahudi (berbahasa Ibrani) dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Ada satu naskah bahasa Ibrani asli di "Library of Early centers of Christianity" di Kaisarea. Komunitas "Nazarene" membuat satu salinan untuk Jerome yang digunakannya dalam karya tulisnya.[25] Injil Matius disebut Injil menurut orang Ibrani atau kadang kala Injil para rasul [26][27] dan pernah diyakini merupakan naskah asli dari Injil Matius dalam Bahasa Yunani yang ditemukan di Alkitab. Namun ada juga yang mempertanyakan, misalnya Bart Ehrman dan James R. Edwards.[28][29][30] [31] [32]
Jerome menyatakan bahwa Matius oleh kelompok Nazarene dianggap sebagai penulis "Injil Ibrani" untuk kelompok ini.[33] meskipun Irenaeus danEpiphanius dari Salamis menganggap naskah ini hanyalah versi lain dari Injil Matius.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar