Rabu, 09 Juli 2014

kasih bapa

Tuhan punya 101 macam cara untuk memelihara anak-anakNya.


azmur 25:16
Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 130; 2 Korintus 3; 1 Samuel 26-27

Dengan gaya humornya Sir Winston Churchill mengatakan, I like pigs. Dogs look up to us. Cats look down on us. Pigs treat us as equals. Maksudnya adalah inilah cara pandang dunia. Dunia menempatkan orang-orang dari golongan terpandang, kaum jetset yang hampir memiliki segalanya di tempat-tempat istimewa, cenderung memandang rendah kaum papa yang hanya memiliki diri mereka sendiri. Orang-orang sering lupa bahwa kita harus memadang semua orang sama rata.

Syukurlah, Allah kita berbeda. Ingat cerita Hagar? Ketika ia tertindas dan melarikan diri, siapakah yang mencarinya? Allahlah yang mencari dia. Seringkali dalam pandangan kita, Hagar hanyalah seorang budak yang kemudian melahirkan Ismael dan sebuah agama besar lain. Sosok yang hina, terbuang dan tertindas.

Tetapi inilah rahasia dan kenyataan yang luar biasa. Adalah Allah sendiri yang memperhatikan penderitaan Hagar dan menolongnya ketika ia kehausan dan Ismael hendak mati. Adalah Allah yang bersabda, "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring."

Seringkali kita merasa hina sebagaimana dunia memandang kita. Seringkali kita merasa terbuang sebagaimana otoritas agamawi memandang kita. Tetapi satu hal yang pasti - Allah mengasihi orang-orang yang terbuang. Dunia merendahkan orang yang tertindas, tetapi Allah tetap berbelas kasihan.

Cara pandang Allah dan manusia itu sangat berbeda, sejauh langit dan bumi.



 emikian juga Allah kita, kasih karunia-Nya tidak memberi ruang bagi kita untuk tawar-menawar. Kita tidak dapat membuat Allah lebih mengasihi kita dengan apapun yang kita beri atau buat, dan kita juga tidak dapat membuat Dia menolak kita dengan kesalahan apapun yang kita perbuat. Asalkan kita datang kepada-Nya, kasih karunia-Nya membereskan segalanya.

Tidak ada yang dapat kita lakukan supaya Allah lebih mengasihi kita atau kurang mengasihi kita.




 produk seperti kertas kado itu memberi sisi pandang yang menarik terhadap makna Natal yang sesungguhnya. Ketika Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia ini, tujuan-Nya bukanlah untuk memberi kita sebuah paket yang hanya menarik untuk dipandang mata. Yesus rela meninggalkan kemuliaan-Nya di surga dan datang ke dunia, menjadi manusia, karena Dia tahu bahwa tujuan-Nya adalah mati bagi dosa-dosa kita. Ketika berbicara tentang kematian-Nya di kayu salib yang semakin mendekat, Yesus berkata, "Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini" (Yohanes 12:27-28).

Saat ini, renungkan pelajaran tentang kertas kado itu. Saat Anda berpikir bagaimana kertas kado itu harus dirobek agar kita dapat melihat hadiah di dalamnya, biarlah hal itu mengingatkan Anda akan pengorbanan sang Juru Selamat di kayu salib sehingga Anda dapat memperoleh hidup kekal, karunia Allah yang tak ternilai harganya.

Yesus dilahirkan supaya kita dapat dilahirkan kembali.





 azmur 103:10
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 15; Matius 15; Kejadian 29-30

Pengarang lagu Jonathan Pawira meramu ayat renungan kita hari ini dalam sebuah lagu lama yang sangat terkenal: Sejauh Timur dari Barat. Lagu ini menguatkan banyak orang, terutama ketika seseorang bertobat dari cara hidupnya yang lama. Walaupun banyak orang tidak mengetahui apa yang telah dilakukan, namun kita menyadari bahwa Allah mengetahui segala sesuatu. Perasaan bersalah, malu, takut, cemas, hingga tidak layak, memenuhi rongga hati, setiap kali kita memutuskan memasuki hidup yang baru.

Daud mengalami hal yang sama. Ketika ia jatuh dalam dosa perzinahan dengan Betsyeba, perasaan itu jugalah yang menghantuinya. Alkitab mencatat, Daud mengalami sebuah peperangan batin yang sangat hebat dan memasuki masa perkabungan yang panjang. Mazmur ini ditulis Daud sesaat ketika ia menyadari, bahwa Allah sangat mengasihi anak-anak-Nya sehingga "tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam". Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita".

Yang lebih ajaib lagi adalah Allah sanggup masuk dalam setiap keburukan akibat dosa, dan mengubahnya menjadi kebaikan. Dari Betsyebalah, Daud justru mendapatkan Salomo, yang kelak menggantikannya menjadi raja atas Israel, dan membawa mereka masuk ke dalam zaman keemasan. Bahkan, dari garis keturunan inilah Mesias dilahirkan. Jadi, jangan pernah ragu melangkah dalam hidup baru, karena "Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya kita daripada pelanggaran kita."

Mengucap syukurlah atas kebaikan yang diberikan Tuhan kepada kita.

 renungkanlah kasih Bapa yang memberikan hadiah yang tak ternilai harganya, yaitu Anak-Nya yang tunggal, yang merupakan bagian dari rencana kudus-Nya (Efesus 1:4-5; 3:11). Karunia kasih Allah akan membuat diri kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita yang besar. Mari kita nyatakan bersama-sama, "Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!" (2 Korintus 9:15)

Hadiah terbaik yang dapat diterima manusia adalah Yesus.


 Di Yeremia 18:1-6, Allah menyuruh Yeremia, "Pergilah dengan segera ke rumah seorang penjunan." Seorang penjunan memulai pekerjaannya dengan meraup tanah liat. Tanah liat yang biasa diinjak-injak, dia bawa dan dicuci. Lalu tiba saat sang penjunan mulai melakukan sesuatu. Tanah liat itu ditaruh di atas pelarikan. Dibanting... dipotong... ditekan... dipadatkan... terus... dan terus...

Seperti halnya dalam hidup kita, tiba-tiba kita merasa seperti tersudut dan terpojokkan. Seperti sang pendaki gunung, kita kehilangan motivasi dan tujuan. Alkitab menceritakan peragaan itu kepada Yeremia dengan indah. Tentang kesetiaan Sang Penjunan. Ketekunan-Nya, bahwa Dia terus dan terus mengerjakan kembali tanah liat itu sampai menjadi bejana yang layak. Saat kita berontak dan bentuk kita menjadi buruk, tangan Allah yang sabar tidak pernah berhenti. Lewat semua detail perkara dalam hidup kita, Dia masih memegang kendali dan mengerjakan segala sesuatu dalam rencana-Nya untuk kebaikan kita. Kasih-Nya terlalu besar sehingga Ia terus menerus membentuk kita dengan tangan-Nya sendiri.

Dengan kasih dan anugerah-Nya Ia membentuk anda, menjadi bejana yang indah dan bisa dinikmati oleh banyak orang.


 doa: Bapa, saya mau menjadi anak-Mu! Saya berterimakasih karena Engkau telah mengutus Putra-Mu Yesus untuk menggantikanku di kayu salib & menanggung dosaku, sehingga saya bisa pulang ke rumah kepada kasih-Mu. Aku percaya bahwa Yesus Kristus mati bagiku dan aku dengan sukacita menerima-Nya sebagai Tuhan & Juruselamatku. Terima kasih Yesus untuk ketaatan-Mu kepada kehendak Bapa-Mu, dengan cara mati di kayu salib bagiku. Aku berterima kasih karena Engkau telah menanggung dosaku. Aku berbalik dari cara hidupku sendiri & menerima kehidupan-Mu sebagai hidupku. Datanglah ke dalam hatiku Tuhan Yesus, hari ini. Amin.


 esaya 54:10
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

Anak-Ku Tercinta,

Aku telah memilihmu untuk menjadi milik-Ku. Aku ingin menjalin hubungan denganmu. Bahkan jika kamu berpaling dari-Ku, bahkan jika kamu membenci-Ku, Aku akan tetap mengasihimu.

Sikap dan kelakukanmu tidak mengubah kasih-Ku terhadapmu. Jika kamu berpaling dari-Ku, atau memutuskan hubungan dengan-Ku. Aku ingin tetap bersamamu. Itu seperti halnya kamu menutup keran. Apakah airnya juga menghilang dari pipa? Tidak, tetapi tetap berada di situ, menunggumu memutar keran lagi. Aku seperti air itu. Aku di sini menunggu. Aku menginginkanmu menjadi anak-Ku. Tiada ketidakpatuhan atau pemberontakan darimu yang bisa mengubahnya.

Aku telah memilihmu, dan Aku tidak menolakmu. Janganlah memisahkan dirimu dari kasih-Ku.

Bapamu yang setia....


  Petrus 5:7
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang
memelihara kamu.

Anak-Ku yang Tercinta,

Pernahkah kamu pulang larut malam melewati batas waktu yang ditentukan orang tuamu dan kemudian mencoba untuk menyelinap ke dalam? Jika orang tuamu menangkapmu, kamu mungkin akan merasa malu.

Banyak orang mendekati-Ku dengan cara yang sama. Mereka merasa malu, sehingga ketika mereka berdoa, kedengarannya seperti ini: "Oh Tuhan, aku tahu Engkau membenciku. Aku sangat menjijikkan. Engkau takkan mengampuniku." Jika kamu telah berbuat dosa sehingga kamu perlu mengakuinya, katakanlah kepada-Ku. Bereskanlah dengan cara itu, dan kemudian datanglah kepada-Ku dengan penuh keyakinan.

Janganlah takut, Aku adalah Bapa surgawimu. Oleh karena perbuatan yang dilakukan Yesus di kayu salib, kamu bisa datang kepada-Ku dengan keyakinan bahwa Aku akan selalu menerimamu. Aku akan selalu mengampunimu, Aku tahu yang telah kamu perbuat, dan Aku tetap mengasihimu.

Bapamu dan sahabatmu.....


 azmur 139:1b-3
"......... Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku
dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku Kaumaklumi."

Anak-Ku yang Tercinta,

Kadang kala kamu merasa tidak ada orang yang mengerti dirimu - tak ada orang yang mengerti ketika kamu gembira dan tak ada yang peduli ketika kamu sedih. Kedua orang tuamu mungkin tampak terlalu sibuk. Guru-gurumu mempunyai permasalahan mereka sendiri. Bahkan kawan-kawanmu tidak tampak mengikuti hal yang sedang kamu rasakan.

Tetapi Aku mengetahuinya. Aku mengenalmu dengan baik sekali! Aku selalu mengenalmu. Aku mengerti segala hal tentang kamu - kegembiraan dan kesedihanmu. Semua pemikiran yang ingin kamu kemukakan, namun tidak dapat kamu kemukakan - Aku mendengarnya, karena aku dapat mendengar hatimu. Aku melihat, Aku mendengar, Aku peduli, Aku mengerti. Datanglah. Bicaralah kepada-Ku sekarang.

Bapa dan sahabatmu....

 gkau mungkin tidak mengenal-Ku, namun Aku mengetahui segala sesuatu mengenai engkau!!
Mazmur 139:1b
TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

Allah mengenal engkau. Bahkan sekalipun engkau tidak mengenal Dia, namun Dia mengetahui segala sesuatu mengenai engkau. Ia tahu bagaimana engkau dibentuk, mengapa engkau dibentuk, dan mengapa engkau melakukan hal-hal yang engkau lakukan. Ia telah menciptakan dan membentuk engkau dalam kasih-Nya yang luar biasa untuk tujuan-tujuan kekal-Nya. Jika seorang montir mobil dapat menjelaskan dengan detail maksud atau tujuan setiap bagian dari rakitan mesin, terlebih lagi Sang Pencipta langit dan bumi mampu menjelaskan setiap karakteristik dari anak-anak-Nya terkasih.

Ia tahu setiap benjolan, setiap memar, dan setiap kegagalan. Ia tahu setiap rasa takut, setiap perasaan tidak mampu, dan setiap mimpi-mimpi kita. Dia sangat mengenal kita, namun sekalipun demikian Dia tetap mengasihi kita tanpa syarat. Pemikiran akan keintiman yang seperti ini dengan Allah menyebabkan kebanyakan dari kita merasa takut. Bagaimana mungkin Allah yang mengetahui siapa saya sesungguhnya namun masih tetap mengasihiku? Perasaan malu-lah yang membuat Adam dan Hawa lari dari hadapan Bapa Yang Maha Tahu dan Maha Melihat. Namun Allah tidak mau kita lari menjauh dari-Nya, sebaliknya Ia mau kita lari mendekat kepada-Nya.

Bahkan sekalipun kita bersembunyi, kita tidak dapat melarikan diri dari tatapan kasih-Nya. Ya, Bapa kita mengenal kita secara intim dan Ia mengasihi kita dengan kasih yang kekal. Kasih-Nya kepada kita lebih tinggi dan lebih dalam, dan lebih luas dibanding semua kasih yang pernah kita alami dalam seluruh hidup kita. Kasih yang sering kita kenal adalah kasih yang bersyarat dan didasarkan pada performa (perbuatan) kita. Namun syukur kepada Allah, karena kasih Bapa bukanlah seperti kasih duniawi, kasih itu sifatnya ilahi dan tidak didasarkan pada kebaikan kita namun didasarkan pada kebaikan dan kasih karunia-Nya. Ya, Bapa-mu mengenal engkau, dan Ia mengasihimu dengan segenap hati.

 Jumbai-jumbai tersebut adalah pengingat bagi bangsa Israel agar tetap setia melakukan segala perintah-Nya dan menjadi kudus bagi-Nya (ayat 40). Benang biru, seperti warna langit, berbicara tentang kuasa dan anugerah keselamatan dari Allah yang tak terukur.

Hari ini kita masih perlu diingatkan. Di dalam segala kesibukan hidup, kita dapat dengan mudah melupakan Allah dan kasih-Nya bagi kita. Ada hal-hal yang dapat membantu mengingatkan kita akan kehadiran-Nya. Salah satunya adalah warna biru.

“Langkah pertama adalah mengingat,” kata Aslan di dalam buku C.S Lewis ‘The Silver Chair’. Aslan, sebagai figur Kristus, berpesan kepada Jill untuk “mengingat tanda-tanda” yang telah ia berikan kepadanya. Jika Anda mengerti tanda-tanda Allah, seperti nilai penting dari warna biru, Anda akan lebih mudah mengingat kasih-Nya. Danau di tengah pegunungan, sungai yang mengalir dari atas gunung, lautan langit yang biru, semuanya mengingatkan kita akan surga dan kasih Allah yang tak terukur.

Mulai sekarang, cobalah ketika melihat warna-warna biru tersebut, ingatlah akan kasih Allah, khususnya kasih-Nya yang Dia tunjukkan kepada Anda.

Berkat sehari-hari mengingatkan kita akan Allah setiap hari.
 arkus 10:45
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 99; Lukas 11; Yosua 9-10

Yesus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Seperti ayah menunggu anak yang hilang untuk datang ke rumah, Bapa menunggu kita untuk pulang, kembali ke dalam pelukan-Nya. Setelah menunggu dan menunggu, Tuhan sudah tidak bisa menunggu lagi. Kasih menggerakkan-Nya untuk mencari anak yang dicintai-Nya. Sebelum kita bisa kembali ke rumah, Dia datang kepada kita melalui AnakNya, Yesus. Dia memberikan segala sesuatu yang kita minta. Sebelum kita meminta sesuatu, Dia telah mati untuk kita, menawarkan kita hadiah - kehidupan yang abadi. Dia ingin kita hidup selamanya sehingga Dia bisa mengasihi kita selamanya !

Seperti anak yang hilang, kita berlari kepada Bapa, jatuh di bawah kaki-Nya, dan memohon untuk melayani-Nya. Namun, Dia selalu menolak. Dia mengangkat kita, menggenangi kita dengan air mata-Nya, memberikan kita pakaian dengan jubah putih kebenaran yang telah dicuci darah Yesus, menempatkan cincin kekuasaan dan otoritas di jari kita, dan mengantar kita ke pesta Raja.

Jangan berharap untuk duduk di bawah meja dan mengambil setiap remah yang mungkin jatuh. Tidak, dalam Kristus Anda duduk di sebelah kanan Bapa - kursi kehormatan. Dan untuk mengejutkan Anda, ketika Anda hendak mengisi cangkir-Nya dan melayani-Nya, tangan-Nya akan menghentikan Anda. Janganlah keheranan, tetapi lihatlah ke dalam mata-Nya karena Anda akan mengetahui kebenarannya. Dia mendudukan Anda di meja Raja untuk satu tujuan yakni untuk melayani Anda.

Anda sangatlah spesial bagi Allah dan karena itu Dia tak ingin kehilangan Anda











Tidak ada komentar:

Posting Komentar